Pernahkah kita membayangkan, ada satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan? Ya, itulah Lailatul Qadar. Malam istimewa di bulan Ramadhan yang menjadi puncak harapan bagi siapa saja yang merindukan rahmat dan ampunan Allah.
Allah sendiri menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Artinya, satu malam ini bisa lebih berharga daripada puluhan tahun ibadah. Luar biasa, bukan?
Mengapa Kita Harus Mencarinya?
Karena kita semua punya dosa. Kita semua punya khilaf. Tidak ada manusia yang sempurna. Maka Lailatul Qadar adalah kesempatan emas untuk memperbaiki semuanya.
Bayangkan jika dosa-dosa kita diampuni.
Bayangkan jika doa-doa kita diijabah.
Bayangkan jika hidup kita setelah Ramadhan menjadi lebih baik. Bukankah itu yang kita harapkan?
Apa yang Harus Kita Lakukan?
Lailatul Qadar tidak datang kepada orang yang hanya menunggu. Ia hadir untuk mereka yang mencari. Rasulullah ﷺ menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan ibadah yang lebih sungguh-sungguh.
Kita bisa mulai dengan:
1. Memperbanyak shalat malam.
2. Membaca Al-Qur’an dengan hati yang hadir.
3. Memperbanyak istighfar.
4. Mengulang doa yang diajarkan Rasulullah: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku).
Sederhana, tapi penuh makna.
Malam Penuh Harapan
Lailatul Qadar adalah malam bagi para pencari. Pencari rahmat. Pencari ampunan. Pencari perubahan hidup.
Di malam itu, malaikat turun membawa kedamaian. Hingga terbit fajar, suasana dipenuhi keberkahan. Tinggal satu pertanyaan untuk kita: sudahkah kita bersungguh-sungguh mencarinya?
Jangan biarkan malam itu berlalu begitu saja. Jangan sampai kita menyesal karena kurang berusaha.
Mari jadikan Lailatul Qadar sebagai puncak doa, puncak taubat, dan puncak harapan kita kepada Allah.
Semoga kita termasuk orang-orang yang dipertemukan dengan Lailatul Qadar, meraih rahmat-Nya, dan mendapatkan ampunan-Nya. Aamiin.