Ada haru yang tak mudah diungkapkan dengan kata-kata.
Di tengah denyut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, ketika ribuan doa, harapan, dan ikhtiar para ulama serta nahdliyin bertemu dalam satu ruang perjuangan, Allah SWT menghadirkan keputusan yang membawa amanah besar bagi perjalanan jam’iyah NU.
KH. Miftachul Akhyar kembali dipercaya sebagai Rais Aam PBNU, sementara KH. Abdul Hakim Mahfudz dipercaya sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031.
Muktamar telah menjadi saksi bahwa perjalanan NU selalu dibangun dengan doa, musyawarah, khidmah, dan penghormatan kepada para ulama.
Kini, tongkat amanah itu telah diberikan.
Semoga KH. Miftachul Akhyar dan KH. Abdul Hakim Mahfudz senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, keluasan hati, kejernihan dalam mengambil keputusan, serta keberkahan dalam setiap langkah pengabdian.
Semoga kepemimpinan lima tahun ke depan membawa Nahdlatul Ulama semakin kokoh, semakin dekat dengan umat, dan semakin besar manfaatnya bagi kehidupan.
Karena pada akhirnya, kepemimpinan dalam NU bukan tentang siapa yang paling tinggi berdiri, tetapi siapa yang paling siap merendahkan hati untuk berkhidmah.
Selamat mengemban amanah.
Selamat dan sukses untuk Rais Aam dan Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031.